Minggu, 23 September 2012

TOKOH LAWAS TERLALU BERSYAHWAT UNTUK 2014




 


TOKOH LAWAS TERLALU BERSYAHWAT UNTUK 2014
Arifki
Anggota Muda UKM PHP/ Mahasiswa Ilmu Politik  Unand, Sumatra Barat

Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)


Betapa menggelora semangat soekarno dalam mengucapkan kata-kata diatas. Pemuda memang icon Negara yang paling urgen sekali jika kita ingin membangun tata kelola Indonesia lebih baik kedepannya. Peristiwa Rengas denglok merupakan contoh bagaimana pemuda begitu bergerak cepat dalam pengambilan keputusan. Pertempuran pendapat antara golongan tua dengan golongan muda pada tanggal 16 Agustus 1945 tersebut membuat golongan tua mengalah. Sehingga 17 Agustus 1945 di tetapkan sebagai hari kemerdekaan Republik ini.
Kalau tidak ada peran kunci pemuda dalam hal ini tentu kemerdekaan kita akan di tunda atau malah terlunta-lunta sampai detik ini. Romantisme masa lalu ini memang begitu mengesankan untuk kita renungkankan dan kita pedomani. Perhatian kita tentu mengarah kepada siapa yang akan menjadi kuda hitam 2014 nantinya. Tokoh-tokoh lawas yang masih mengemuka ke publik membuat bangsa ini bisa di tapsirkan kehilangan regenarasi kepemimpinan.
Banyaknya macan-macan veteran yang kembali disebut sebagai figur paling pantas menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mendapatkan sorotan Ketua MPR Taufiq Kiemas. Menurut Taufiq, Pemilu 2014 harusnya menjadi momentum alih generasi kepemimpinan nasional dari tokoh tua kepada tokoh yang lebih muda.

            Suami Megawati itu pun berharap, tokoh-tokoh tua yang tak mungkin terpilih lagi lebih baik mengurungkan niatnya untuk maju di Pilpres 2014. "Saya usul beri kesempatan ke tokoh yang lebih muda saja," kata Taufiq usai menjadi pembicara kunci pada Sarasehan Nasional tentang Kepemimpinan Berkarakter Pancasila di Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa (29/5).
Sungguh menarik kita membahas masalah pernyataan Ketua MPR RI tersebut. Betapa tidak tokoh-tokoh yang bisa di katakana semangatnya akan luntur dengan pertimbangan dan pertimbangan saja dari pada mengambil peluang yang cepat dalam konstruksi kemajuan negeri ini. Sejarah telah menyapa kita bahwa soekarno jaya dan sangat mengelora ketika ia menjadi presiden pertama Indonesia dalam usia muda. Empat puluh empat tahun beliau menikmati singgasana kepresiden membuat dia begitu bersinar dalam membangun nasionalisme negeri ini.
Lunturnya usia membuar soekarno kehilangan semangat mudanya sehingga kekuasaannyapun di rebut oleh golongan muda yang berumur 45 tahun yaitu Soeharto. Tumbangnyanya Soekarno pada tahun 1966 mengartikan bahwa Soekarno terlalu tamak dengan kekuasaan yang telah ia emban dari tahun 1945-1966. Soeharto dalam jiwa mudanya sangat bernapsu sekali dalam ambisi kekuasaannya. Perkembangan ekonomi yang di bangun Soeharto sangat baik sekali pada zaman Orde Baru tersebut walaupun kekebabasan bependapat di borgol dengan ketat.
Ketamakan Soekarno yang tetap gigih mempertahankan kekuasaanya untuk menjadi Presiden seumur hidup tidak menjadi contoh bagi Soeharto. Tiga puluh tahun melalang buana mencicipi kursi kepresiden Indonesia membuat Soeharto harus di turunkan dengan tidak terhormat  pada 21 Mei 1998. Pemimpin Orde Lama dan Orde Baru itu sudah menjadi euphoria kita dalam membaca sejarah bahwa usia tua bukan lagi menjadi usia yang pantas untuk membangun negeri ini yang masih menjadi Negara berkembang.
Undang-undang memang mengatakan bahwa usia minimal memang 35 tahun untuk menjadi presiden. Undang-undang tidak mengatakan usia maksimal untuk menjadi seorang presiden. Kita tentu tidak menghalangi para-para tua-tua keladi tetap mencalonan sebagai Presiden Indonesia pada 2014 nanti. Permasalahan yang ingin kita kemukakan harus ada sikap tahu diri dan menyiapkan generai selanjutnya. Jangan sampai tokoh-tokoh yang punya prestasi baik dan menikmati hari tuanya dengan  tenang Malah di caci maki menjelang akhir masa jabatannya dan mengaburkan sejarah yang telah mereka ukir. Hujan sehari bisa menghapuskan kemarau setahun, sikap memberikan peluang pada generasi muda harus tetap di kobarkan jika Indonesia tidak mau kehilangan pemimpin di masa depan.
Megawati Soekarno Putri yang masih di hebohkan para pendukungnya untuk merebut posisi orang nomorsatu di republik ini pada 2014 nanti, Prawo Subianto, Wiranto, Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla hendaknya menyiapkan geneasi muda yang bisa menggambarkan karakter mereka. Cinta itu tidak usah memiliki, kalau betul-betul cinta dengan Republik ini mari persilahkan yang muda yang maju. Jika partai masih keras kepala dalam hal ini mengartikan partai gagal total dalam menciptakan regenarsi kepemimpian negeri ini. Orang tua itu peragu dan banyak menimbang-nimbang seperti pemimpin yang menjabat hari ini. Banyak berpikir malah membuat tidak  melakukan sama sekali. Peristiwa Rengas Denglok dan keruntuhan Orde Lama dan Orde Baru sudah menjadi catatan bagi kita. Mari yang muda maju yang tua mendukung….   

Tumbal baru asrama Universitas Andalas



TUMBAL BARU ASRAMA UNIVERSITAS ANDALAS

Arifki
Anggota Muda UKM PHP/ Mahasiswa Ilmu Politik  Unand, Sumatra Barat

“Kamu bisa membohongi semua orang bebarapa saat dan beberapa orang setiap saat,      tetapi kamu tidak bisa membohongi orang lain setiap saat “
( Abraham Lincoln, Presiden AS ke- 16 )
Betapa mahirnya kita menciptakan sebuah kebohongan tentu kita tidak bisa membohongi orang lain setiap saat. Itulah intisari yang dapat kita simpulkan dari kata-kata Presiden Amerika Serikat Ke-16 diatas .
Kebohongan merupakan babak permasalahan yang sering kita temui . Kebusukan yang selalu ditanam di Asrama Universitas Andalas  kepada mahasiswa baru yang diasramakan bukan lagi menjadi kabar angin. Masalah asrama sudah menjadi masalah yang  besar dan berlangsung sudah lama tapi karena tidak ada yang memiliki keberniaan untuk mengungkap ini. Artikel ini tentu tidak lempar batu sembunyi tangan terhadap skandal-skandal yang terjadi di asrama Universitas Andalas. Sebelum kita mengetahui sebuah kue itu enak atau pahit tentu dengan mencoba sendiri kue tersebut. Begitulah yang saya lakukan, saya adalah mantan mahasiswa asrama angkatan ke  VII tentu saya tahu betul carut- marut asrama unad dari hulu sampai ke hilir. Asrama Unand yang dijadikan jualan Rektor untuk menarik simpati publik untuk program pembentukan karakter mahasiswa Unand semakin hari makin menarik simpati kalayak banyak. Asrama Unand sangat baik sekali dalam pengelolaan kareakter mahasiswa dalam bidang keagaman tapi yang menjadi skandal permasalahanya adalah asrama Unand dijadikan sebagai ajang cari muka oleh pimpinan Unand. Mahasiswa asrama di jadikan anjing penjaga kekuasaan rektor. Dengan menurut semua aturan rektor yang kadang sangat nyeleneh itu.
Betapa tidak mahasiswa asrama yang dijinakan dengan otoritas yang dimilikinya agar bicara soal unand tentang yang baik-baiknya saja. Inilah bentuk pimpinan mengajarkan kebohongan kepada mahasiswanya, semua terasa di lebih-lebihkan. Mental mahasiswa asramapun di bentuk adalah mental pengejut bukan mental para pejuang yang berani mengungkap kebenaran. Rektor unand adalah pemimpin yang alergi untuk dikritik maunya hanya di puja dan dipuji seperti para dewa. Pemimpin yang hanya berbicara bukan karena fakta lebih mengarah kepada menutupi kegagalannya maka cari muka dengan alat pencitraan.
“ Berbohong akan berbanding lurus  dengan prilaku pencitraan “ tulis Chairu Fahmi dari Aceh Insituate. Menurutnya dalam kontek pencitraan diri selalu di tampilkan seakan-akan “ Malaikat “ penyelamat dan pahlawan kebaikan. Sekilas pencitraan berhasil menampilkan subyek yang dicitrakan seperti yang diharapkan. Namun, karena pencitraan hanyalah polesan dari luar untuk menampilkan kebaikan maka kebohongan dalam pencitraan akan terlihat ketika apa yang dicitrakan tidak sesuai dengan prilaku, tabiat dan kebiasaanya.Berbeda dengan pemimpin yang jujur yang memancarkan kharisma sesungguhnya, bukan produk pencitraan. Kharisma adalah kebaikan yang terpancar dari dalam.
Pertengahan Juli 2012 ini adalah masuknya mahasiswa baru asrama Universitas Andalas Angkatan ke VIII. Tentu jualan Bapak Wery Darta Taifur akan laku keras di pasaran mahasiswa baru asrama. Isu kampus yang melibatkan nama beliau belum terkontaminasi ke ranah ekternal unand. Masyarakat luas mengetahui bahwa unand adalah kampus yang bersih dari korupsi dan tidak ada tercemar namanya. Suntikan bius pencitraan pasti menjadi rudal ampuh bapak rektor untuk menarik simpati. Jika kita ingin menjadikan sumbar bersih dari korupsi yang bersihkan dulu kampus-kampus yang dihuni para pelacur-pelacur intelektual itu terlebih dahulu. Kita mengharapkan kepada media lokal maupun nasional untuk menyelidiki kasus ini karena dampak psikologis mahasiswa akan mati jika konsep asrama yang terlalu menguntungkan pihak rektorat saja.
 Jangan sampai kebohongan publik yang pernah dilakukan Bapak Musliar Kasim juga ditradisikan juga kepada mantan kroninya itu. Mahasiswa penerima Bidik Misi tidak membayar uang asrama begitulah dia bernyanyi solo di hadapan media. Tapi kita tidak butuh verbalisme dan retorika saja tapi bukti nyata bahwa rektor Unand adalah penerus Hatta bukan Soeharto. Tumbal baru untuk asrama memang sangat pantas sekali bagaimana kita melihat hubungan Bapak wery darta taifur dengan Bapak Musliar Kasim  sudah seperti bayi kembar siam yang sulit untuk di pisahkan. Kita mahasiswa Unand tentu ingat bagaimana Bapak Rektor melarang mahasiswa untuk demontrasi masalah kenaikan BBM beberapa bulan kebelakang. Bus Kampus yang di operasikan dengan uang mahasiswa ketika BBM naik mahasiswa ingin turun kejalan bus kampus malah di tahan-tahan. Maka banyak orang yang mempertanyakan kemenagan Rektor Wery Darta Taifur dalam bursa pemilihan Rektor menimbang beliau terlalu arogan terhadap mahasiswa. Walaupun yang terlibat disana hanya Senator dan Suara dari Mendiknas. Tentu Tuhan yang tahu apakah ada konspirasi di bursa pemilihan rektor tersebut.
Mahasiswa Bidik Misi yang jumlahnya kira 750 –an akan diancam dengan alasan yang tidak jelas. Aturan Unand yang sangat kita dukung memberikan peringatan kepada mahasiswa penerima Bidik Misi apabila Indeks Prestasinya dibawah  tiga. Tapi larangan demontrasi untuk mahasiswa bidik misi itulah yang kita tuntut  memang pimpinan tidak menegaskan secara tertulis tapi ancaman mulut terus di kobarkannya tanpa henti. Mahasiswa bidik misi yang di perlakukan tidak etis memang membuat geram semua mahasiswa bidik misi. Apalagi ketiaka rektor Unand mengumpulkan mahasiswa Bidik Misi 2011 di PKM unand lantai I ia mempermalukan sebahagian mahasiswa bidik misi. Sungguh hari itu menjadi tontonan bagi kita seorang diktator yang memperlakukan rakyatnya.
Masalah yang paling mengelitik adalah ketika teman kita dari jurusan Administrasi Negara angkatan 2011 sangat vokal menanyakan permasalahan Unand waktu ada pertemuan pihak Unand dengan mahasiswa yang di mediasikan oleh BEM KM Unand. Beliau juga mahasiswa penerima Bidik Misi, Beberapa hari setelah itu ada penandatanganan SPJ Bidik Misi sehingga beliau mendapat teguran. “ Anda itu mahasiswa penerima Bidik Misi, Janganlah terlalu Vokal benci birokrat kepada anda nantinya “. Uang bidik Misi adalah uang Negara bukan uang bapak wery darta taifur, hubungannya jelas tidak ada antara mahasiswa Bidik Misi dengan mahasiswa yang Vokal. Seharusnya pegawai yang menegur teman kita itu sadar diri mereka mendaptkan pekerjaan karena ada mengurusi beasiswa kemahasiswaan. Menjilat kepada atasan janganlah di budayakan karena itu merupakan kebohongan yang ditutupi.
Tentu masih segar dalam ingatan kita bagaimana Bapak Muslihar Kasim membangun citra sejak ia jadi rektor, Ketua  Majelis Rektor dan sekarang sebagai Wakil mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Jangan sampai hal yang sama juga diakukan oleh kroninya yang sedang menjabat Karena ini akan menjadi budaya korupsi yang tidak akan pernah putus. Memang soal cari muka Bapak Musliar Kasim lebih hebat dengan poker facenya dibandingkan bapak Wery. Hal itu terungkap jika kita memperhatikan gaya bicara Bapak Wery ketika memberikan sambutan setiap ada kegiatan. Ada beban yang ia tutupi ketika berbicara sehingga tatapan matanya ada kemarahan menimbang dari kebohongan yang sudah mendarah daging dalam tubuhnya. Sangat mengejutkan sekali ketika Bapak Wery selalu bicara apabila ada seminar tentang korupsi “ Mahasiswa hanya bisa mendemontrasi orang lain yang korupsi padahal mahasiswa juga korupsi dengan mencontek waktu ujian “. Lucu sekali nyayian bapak Rektor tersebut sama dengan SBY yang pidato di depan pendiri dan DPD Partai Demokrat  Se- Indonesia “ Partai kita masih urutan ke-3 dalam Indeks korupsinya masih ada Partai lain yang lebih korupsi dari pada partai kita, tapi kenapa partai kita yang sering di sorot “. Ternyata kemiripan gaya politik SBY sama dengan Bapak Wery Darta Taifur. Ia mengkambing hitamkan orang lain untuk menutupi kegagalannya agar tidak di cium publik. Bapak Muslihar Kasim memang memilki Poker Face seperti Soeharto dan bapak Wery Darta Taifur lebih mengarah kepada gaya politik SBY yang mukanya mudah di baca. Jadi kebohongannya bisa terlihat dengan cara ia bersikap dan berhubungan dengan mahasiswa
Janganlah Bapak jadikan Adik-adik kami sebagai tumbal kuasaan bapak untuk menjadi bahan jualan bapak ke dewa bapak yaitu Pak mentri dan Sang Presiden SBY untuk menjinakkan suara lantang mahasiswa. Semangat Soekarno ada di Sumatra Barat yang siap menyapu bersih pemimpin-pemimpin yang komprador. Konsep Machiaveli untuk mendapatkan sudah basi bagi rakyat Indonesia. Mari berbenah diri atau tidak memundurkan diri. Legowo Pak…!!!

RUDAL BANCI SBY UNTUK MALAYSIA


RUDAL BANCI SBY UNTUK MALAYSIA

Arifki
Anggota Muda UKM PHP/ Mahasiswa Ilmu Politik  Unand, Sumatra Barat
Ini dadaku, mana dadamu?
Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi
Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik
Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer
(Bung Karno)
Negeri ini memang sungguh aneh dalam menangkapi euporia masalah yang terus bertubi-tbi menghantam harga diri bangsa ini. Kasus pencaplokan budaya Indonesia memang bukan sarapan pagi lagi bagi kita semua tetapi sudah menjadi berita basi yang terus melukai titik sensitif rakyat negeri ini. Kontroversi pengklaim batik, reok ponorogo, tari pendet, lagu rasa sayange, anglung dan berita baru yang membuat membaranya kemarahan bangsa Indonesia adalah klaim dari bangsa Malaysia yang ingin menjadikan tari tor-tor dan gondrang Sembilan kebudayan asli mandeling Sumatra Utara itu membuat semua masyrakat rusuh opini agar pemerintah bertindak tegas terhadap hal ini.
Perasaan bangsa ini tentu di sobek-sobek padahal kebudayaan mandeling adalah darah daging yang budaya bangsa yang sering di gaung-gaungkan oleh masyrakat batak kepada negeri ini sebagai ciri khas mereka. Sabang sampai meroke sudah tahu tentang budaya yang populer setiap acara adat dilaksanakan.`
Tentu secara geografis kita tidak bisa menyalahkan Malaysia jika melihat kondisi kita yang serumpun dengan negeri jiran tersebut. Klaim tersebut tentu bisa di timbulkan dengan banyaknya warga mandeling yang telah berdomisili di negeri jiran tersebut. Tapi jika konsepnya mengembangkan budaya Indonesia boleh-boleh saja tapi kalau di photokopi serta dianngap sebagai budaya Malaysia itu sama saja Malaysia membangunkan macan yang sedang tidur.
PEMERINTAH TERLALU LOYO
Copy Paste budaya yang dilaksanakan oleh Malaysia bukan satu kali atau dua kali lagi tetapi sudah sering Malaysia membuat bangsa ini mendung dengan kemarahan sebelum mengeluarkan hujan konflik di tataran selat malaka itu. Siapa lagi yang di persalahkan dalam hal ini kalau bukan SBY- Boediono sebagai lambang pemerintah yang sedang berkuasa hari ini di negeri Indonesia. Setiap ada permasalahan dengan Malaysia SBY hanya mengirimkan nyanyian rudal diplomasi yang tergolong banci bagi Malaysia karena ketangguhan SBY sebagai mantan prajurit akan di pertanyakan. Tentu spekulasi ragu-ragu SBY yang jika bertindak keras terhadap Malaysia maka TKI kita aka dipaksa akan koper dari Malaysia. Kita membaca kasus ini harus dengan nyali, cobalah dilihat secara lebih detail.Ekonomi Malaysia tingkat buruh di dominasi oleh TKI asal Indonesia. Jika saja TKI kita di depak dari tanah jiran maka Malaysia tentu akan kewalahan unuk mengisi kekosongan buruh tersebut. Ekonomi Malaysia tentu akan lumpuh total.
Berapa banyak TKI kita yang pulang dengan peti mati bukan sebagai pahlawan Devisa yang bisa berbangga kepada Ibu pertiwi ini. Seakan-akan itu menjadi tontonan menarik bagi pemerintah dalam menarik urat malunya. Ini bukti bahwa Negara besar ini dianggab rendah oleh bangsa lain. Permasalahan jangka panjang yang harus di kaji oleh pemerintah adalah pemerintah harus membenahi system ekonomi yang baik dulu. Pendidikan adalah langkah awal untuk memberantas kemiskinan jangan kita terlalu berharap untuk melahairkan pengusaha tapi krisis negarawan yang berhati merakyat. Bangsa ini aka di gadaikan dengan harga murah jika sistem kepemimpinan yang bernyali tidak di bentuk mulai dari sekarang.
DANA OLAHRAGAPUN MASUK  KANTONG
Pernyataan itu tentu sangat mengelitik sekali dalam pembahasan masyrakat jangankan untuk mengertak Malaysia dengan kemampuan olahraga kita. Persiapan untuk membuktikan nyali bangsa ini malah di pangkas oleh koruptor negeri ini. Pembangunan Wisma Atlet sebagai refresentasi ketamakan para birokrat untuk memenuhi syahwat pribadi tanpa memikirkan dampak besar yang akan di timbulkannya. Sea Games Palembang yang  membuat pemerintah ketetaran karena kekurangan anggaran yang ternyata di sunat oleh para anggota mafia yang tidak tahu diri dengan jabatan yang sedang ia cicipi detik ini. Betapa tidak dua hari menjelang acara akan dialaksanakan pekerja masih beres-beres untuk mempercepat pemabangunan wisma Atlet. Kasus pembagunan pusat olahraga Hambalang malah dijadikan tambahan baru bagi para koruptor untuk memenuhi kantongnya agar olahraga kita tambah carut-marut dalam menjalankan sistemnya. Kalau kita kalkulasikan kasus perampasan Dana Olahraga berkisar 6,2 Triliun Wisma Atlet + Hambalang. AFC dan Sea Games merupakan tamparan yang di berikan Malaysia buat Indonesia yang belum becus dalam memperbaiki sistem olahraga di Indonesia.  Secara prestasi saja kita telah ditekan oleh Malaysia, secara budaya di korupsi Malaysia dan secara nyali pemerintah terlalu banci menghadapi Malaysia. Tentu kita tidak akan memutar kembali romatisme masa lalu Soekarno dalam mengatakan Ganyang untuk Malaysia. Marilah kita berbenah dan betul-betul konsisten dalam mempertahankan harga diri bangsa ini.

Politik Transaksional Demokrasi

Politik Transaksional Demokrasi
Oleh : Arifki | 25-Aug-2012, 00:02:17 WIB
KabarIndonesia - Demokrasi secara normatif adalah demokrasi yang secara ideal hendak dilakukan oleh Negara. Demokrasi secara empirik adalah demokrasi yang diwujudkan dalam dunia politik praktis.( Afan Gafar )

Demokrasi memang sistem terbaik yang kita nikmati dewasa ini dibandingkan dengan keberadaan sistem ala tirani dan diktator. Namun demokrasi terus melewati fase-fasenya sehingga demokrasi kita cendrung kebablasan. Melihat semua ini tentu semua orang punya interprestasi yang berbeda-beda dalam membaca demokrasi sebagai sistem yang normatif maupun empirik.

Kecendrungan yang kita lihat saat ini jika kita mengukur demokrasi dalam ruang Indonesia saja. Demokrasi sudah menjadi penafsiran yang terkadang mengada-ngada. Timbulnya sistem barter kepentingan sampai dengan pengaruhpun dijadikan sebagai instrumen dalam menjalankan politik Transaksional.

Pertarungan kepentingan sungguh menggambarkan kepada kita semua bahwa orang-orang yang ada diparlemen saat ini hanyalah kumpulan anak-anak TK yang belajar makan nasi. Betapa tidak mereka bisa dikatakan seperti itu menimbang dari sikap mereka yang mau bekerja jika ada kepentingan, uang dan wanita cantiknya.

Uang yang berhamburan disana serta pengaruh mereka yang diperdagangkan kesana-kemari demi mendapatkan Fee.
Traveling anggota Dewan kedaerah-daerah cenderung menimbulkan salah esensi sehingga makna substansial seorang anggota DPR tidak dipahaminya. Perjalanan yang juga ditanggung uang rakyat bukan saja ajang cari citra kepada rakyat. Pengaruh yang diperdagangkannya agar mendapatkan Fee dari perusahan-perusahan daerah yang mendapatkan persetujuannya cukup saja dengan penjualan tanda tangan seorang anggota Dewan.

Bicara tentang kebobrokan elit pemerintah dalam membangun korupsi dimasing-masing daerah tidak bisa dipungkiri lagi. Apalagi sistem epicentrum kekuasaan bukan lagi berpusat pada pusat saja tetapi sudah mengalir pada epecentrum kekuasaan didaerah.

Inilah kegagalan dari sistem centralisasi menjadi discentralisasi.
Masih segar dalam ingatan kita tentang konspirasi antara Hartati Murdiya ( Wakil Dewan Pembina Partai Demokrat ) dengan bupati Boel dalam melakukan tindakan konspirasi menyesatkan dunia keadilan Indonesia.

Kedekatan antara penguasa dan pengusaha memang sulit untuk dipisahkan karena mereka saling tukar guling kepentingan demi memuluskan kepentingan masing-masing.Penguasa yang mengharapkan agar dana besar disuntikan kepadanya agar pencalonannya didaerah tersebut lancar-lancar saja. Sedangkan pengusaha mengharapkan jaring-jaring bisnisnya aman terkendali serta mendapatkan perlindungan dari penguasa yang dimodali pengusaha tersebut.

Tukar-menukar ini tentu kita kenal dalam ekonomi sebelum masyarakat mengenal uang tetapi istilah itu bukan saja milik ekonom-ekonom saja karena politisi-politisi busuk juga ingin menggunakan istilah itu dalam berpolitik. Bagaimana seorang SBY membangun kospirasinya dengan Bakrie demi mengamankan posisi SBY sampai tahun 2014 nantinya.

Masalah anggaran pajak Bakrie yang bermasalah serta Lapindo yang menimbulkan pertanyaan besar masyarakat Indonesia tentang kesalahan Bakrie Group dalam hal ini. Tetapi karena masing-masing pemilik kepentingan ini sama-sama memegang kartu AS yang sama maka kasus ini terkatung-katung.

Jika SBY memperpanjang masalah Lapindo dan anggaran pajak yang dialami Bakrie maka Bakrie akan buka kartu ASnya dengan membuka semua masalah Century.

Disini terlihat tentang lemahnya seorang SBY dalam mengambil sebuah keputusan jika para menterinya bermain api dengan media tentang dosa-dosa Dinasti Yudhoyono. SBY Cuma bisa mengeluarkan gertak sambalnya saja tanpa ada aplikasi dari omongannya itu.

Partai –partai yang akan mengamankan SBY sampai tahun 2014 yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan ( SEKGAB ) menjadi titik lemah SBY dalam menjalankan pemerintahan dari tahun 2009 sampai tahun 2014 nantinya. Sudah berapa kali PKS dan Golkar bikin ulah SBY hanya bisa mengatakan Reshuffle dan Reshuffle saja tanpa realisasi.

Kemandulan SBY ini tentu akan berdampak besar terhadap pemerintahan Indonesia karena beliau sebagai Pilot Republik ini hanya sibuk mengurus partai koalisinya dan anggota Partainya yang tersandung kasus korupsi. Semoga tahun 2014 nanti presiden Indonesia jangan lagi melibatkan dirinya dalam pengurusan partai politik karena akan menghilangkan esensinya sebagai seorang kepala Negara yang harus mengurusi rakyatnya bukan anggota partainya. Legowo…!!! (*)

Penulis adalah Anggota Muda UKM PHP-Unand/Mahasiswa Ilmu Politik, Unand, Sumatera Barat dan CEO Arifky Chaniago Research And Consulting (ACRC)


Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

Kemesraan Korupsi Angie dengan Rektor UNAND

Kemesraan Korupsi Angie dengan Rektor UNAND
Oleh : Arifki | 29-Jul-2012, 15:14:50 WIB
KabarIndonesia - Sepandai-pandai tumpai melompat akhirnya jatuh juga. Peribahasa ini tentu sangat tersimpan di memor yang di ajarkan guru Sekolah Dasar kita . Analogi ini bukanlah kita menikmati romantisme Sekolah Dasar yang telah berlalu. Hal penting dari analogi ini adalah kita akan membangun kemesraan dengan pimpinan Unand tentang bau korupsi gedung Farmasi Universitas Andalas.             Suasana ini tentu masih segar bagi kita semua bagimana Angie membangun jaring-jaring korupsinya di berbagai Universitas di Indonesia. Kita tidak terlalu memfokuskan dulu tentang kasus lain Angie tetapi kita khususkan dulu skandal Angie di Kemendiknas yang banyak membuat pimpinan universitas di Indonesia tidak sadarkan diri karena terbius dengan bujukan korupsi Angie. 

REKTOR GALAU TENTANG ANGI


Bau korupsi ini tentu sudah sangat membusuk di kabarkan oleh media bahwa bangkai-bangkai korupsi Angie ada yang tercecer di gedung Farmasi Unand. Fakta ini di akui Angie ketika  di persidangkannya dalam kasus Kemenpora bahwa ada kampus-kampus yang terlibat dalam menikmati limbah korupsi. Kemesraan korupsi Angie dengan Rektor Unand memang pantas untuk kita sorot secara bersama. Karena rektor Unand, Bapak Wery Darta Taifur semakin galau jika di pertanyaan kemesraan korupsinya dengan Angie. Ketika wartawan memperatnyakan tentang proyek pembangunan gedung farmasi “ Saya tidak tahu menahu tentang masalah ini saya Cuma ikut mentri “ Cinta korupsi Angie memang membuat rektor Amnesia tentang proyek pembangunan gedung farmasi di unand tersebut. Analogi orang awam seperti ini, kita memiliki sebuah rumah. Beberapa hari datanglah orang ingin membuka warung di rumah kita karena ada ruangan yang kosong bisa di jadikan untuk berdagang. Namun kita tidak tahu menahu tentang semua ini padahal kita tetap tinggal di rumah yang sama dengan orang yang berdagang tersebut. Begitulah  kita menarik benang merah kasus Angie ini. Proyek pemabngunan terjadi di kampus Unand apakah mungkin Bapak wery tidak tahu menahu sebagai Pimpinan di Unand. Sungguh jawaban orang yang di mabuk cinta korupsi yang di layangkan Bapak wery kepada media, 

SEMUA ELEMEN HENDAKNYA ANGKAT BICARA
Kasus bau korupsi di gedung farmasi universitas Andalas bukan lagi obrolan bapak-bapak di warung kopi, media local tetapi pemberitaan Nasional. Hendaknya kita bersama-sama mengawal kasus ini jangan sampai jatuh nila setitik, rusak susu sebelanga. Jika kita ingin menyelamatkan Universitas Andalas kita harus cuci gudang untuk membersihkan bangkai-bangkai korupsi yang masih tercecer di sekitar kampus Unand. Jangan integritas Bapak bangsa pendiri Universitas Andalas  DRS. Muhamad Hatta ternodai oleh segelintir orang yang ingin meledakkan integritas Unand demi kepentingan pribadi saja. Mari kita dukung KPK untuk mengusut tuntas masalah ini. Saatnya mahasiswa berpikir kritis dan solutif tentang ini karena keapatisan kita akan membuat Unand akan menuggu tsunami kehancurannya. Semoga sumbar kedepannya  tidak tercemar oleh Limbah korupsi di negeri ini. Jangan slogan Adat Basandi Syra’, Syra’ basandi kitabullah “ Cuma jadi romantisme masa lalu yang di dengung-dengungkan tetapi berbeda dengan impentasinya di lapangan.


Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//