| Surat Terbuka untuk Rektor Unand Oleh : Arifki | 27-Jul-2012, 22:51:29 WIB |
| KabarIndonesia - Bapak rektor, ananda adalah mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2011. Ananda sangat familiar sekali dengan wajah bapak yang sering ananda berjumpa di masjid. Ananda yang sering jadi MC sewaktu bapak memberikan kuliah subuh dengan beberapa pimpinan rektor lainnya di Masjid Nurul Ilmi. Awal mula ananda bertemu dengan bapak, ananda cukup kagum dengan bapak. Ananda melihat pada diri bapak ada sosok pendiri republik ini (Drs. Muhamad Hatta) yang menggambarkan karakter bapak. Apalagi founding father republik ini sangat terkenal dengan sikap santunnya, integritas dan kecerdasannya. Hatta adalah seorang ekonom yang hebat serta prorakyat dalam menjalankan tugas-tugasnya selama menjadi negarawan di negeri tercinta ini. Ananda membaca seperti itu pada diri bapak selama bapak menjabat sebagai Pembantu Rektor II Universitas Andalas. Bapak telah menunjukan etos kerja yang baik, begitulah persepsi dari sebahagian kalangan. Musim kemarau telah telah berakhir sekarang masuklah kepada zaman hujan deras buat bapak. Pergantian Dinasti Musliar Kasim dengan Dinasti bapak membuat pandangan ananda berubah menjadi fatamorgana di ujung badai. Kadang pepatahpun muncul “jatuh nila setitik rusak susu sebelanga“. Begitulah ananda mengambarkan karir bapak sebelum menuju orang nomor satu di Unand. Setelah dilantiknya bapak menjadi Rektor Unand timbullah aturan yang membuat demokrasi di kampus merasa di obok-obok dan menimbulkan efek big bang penolakan dari para mahasiswa Unand. Mekanisme birokrasi dalam menjinakkan mahasiswa dengan aturan yang memasung demokrasi menjadikan kadar wibawa bapak hilang dan ananda mulai ragu dengan bapak. Hatta yang ananda harapkan ada pada diri bapak malah Soeharto pascareformasi. Ananda melihat pada wajah bapak ada kegalauan dalam memimpin Unand ke depannya. Bapak terasa lelah dan paranoid dengan mahasiswa yang bersuara lantang seperti ananda ini terhadap pengawalan yang kita lakukan terhadap kebijakan bapak. Arogansi bapak menimbulkan efek domino yang harus bapak selesaikan. Yaitu dosa-dosa bapak selama menjadi Pembantu Rektor II Unand malah menjadi bom atom yang akan meledak sewaktu bapak akan menjadi rektor. Hantu-hantu dosa yang terus bergentayangan menuntut kepada bapak malah akan menjadi bumerang jika bapak tidak menyelesaikan secepatnya. Bus kampus adalah dosa bapak yang harus bapak pertanggungjawabkan karena implikasi sangat besar sekali kepada mahasiswa dan publik. Pertimbangan ananda menyapa bapak seperti tentu ananda punya analisis juga, Rp 200.000 per semester mahasiswa asrama membayar uang bus kampus dikali dengan 20.000 – an lebih mahasiswa Unand. Tentu bapak lebih paham berapa jumlah kekayaan Unand didapat dari bus kampus yang berbeda dengan pelayanan bus kampus terhadap mahasiswa. Ananda adalah mantan mahasiswa asrama pak, ananda merasakan menunggu bus kampus di depan PKM yang tidak jelas pelayanannya. Bus kampus yang selalu penuh dari pasar baru memaksa ananda harus naik angkot. Pengoperasian bus kampus yang tidak sepadan dengan jumlah mahasiswa membuat tabrakan protes wajar-wajar saja ananda kobarkan membuat bapak perhatian dengan pelayanan bus kampus tersebut. Jika bapak menganggap indikasi yang diberikan publik kepada bapak salah, hendaknya bapak menjalankan saran ananda ini sebagai bukti sayangnya ananda kepada bapak. Bapak laporkan saja jumlah kekayaan bapak kepada KPK dan dari mana bapak mendapatkannya. Juga laporan keuangan bus kampus yang dilaporkan kepada KPK dan diumumkan di media masa. Ananda akan melihat bapak sebagai super hero yang berani dirinya di periksa penegak hukum. Lebih baik bapak seperti iklan sabun cuci “ Berani kotor itu baik“. Janganlah bapak seperti iklan parfum, kita yang jelas dalam keadaan busuk malah memakai parfum. Seharusnya kita mandi sehingga kebusukan tersebut hilang secara murni bukan dengan Parfum yang kebusakannya malah bertebaran kemana-mana”. Ananda memberikan saran cara mandi yang baik dari kebusukan korupsi adalah tobat kepada Allah serta melapor kepada KPK. Bapak rektor kedatangan mantan Putri Indonesia untuk mengikuti perkuliahan ekonomi di pembangunan Fakultas Gedung farmasi malah menimbulkan benang merah bapak dengan berbagai pihak. Perkulihan Angie di Fakultas Farmasi tentu menjadi kesalahan besar karena farmasi tidak mengajarkan merampok uang negara secara sistemik tapi malah membantu masyarakat di bidang kesehatan. Kemesraan Angie membangun jaring-jaring korupsi memang sangat piawai membuat berbagai pihak bisa tergoda. Ananda kecewa sekali dengan pernyataan bapak di berbagai media massa. “Saya tidak tahu menahu soal itu, saya hanya ikut menteri“. Begitu manis bapak membangun kebodohan opini terhadap publik. Sebagai mantan Pembantu Rektor II dan sekarang sedang menjabat sebagai Rektor Unand, masak bapak tidak tahu-menahu tentang pembangunan tersebut. Analoginya seperti ini, bapak mempunyai sebuah rumah dengan tanah yang luas. Suatu ketika datanglah orang dan membangun hotel di tanah bapak tersebut. Apakah mungkin bapak tidak tahu menahu? Teguran ananda yang sangat romantis ini janganlah bapak jadikan sebagai ancaman dan amunisi bapak untuk memarahi ananda. Tapi ini adalah bukti kecintaan ananda kepada bapak yang berani menegur bapak jika salah bukan bawahan bapak yang selalu menyampaikan berita baik kepada bapak. Jadikanlah ini sebagai instrumen evaluasi dan motivasi bagi bapak dalam menahkodai kampus ini ke depannya. Bahwa banyak bangkai-bangkai yang harus bapak selesaikan jika bapak tidak mau KPK menelpon bapak terlalu cepat nantinya. Demikianlah surat ini ananda buat untuk Ayahanda rektor semoga bapak bisa menjadikan sapaan ananda ini sebagai ajang berbenah diri atau memundurkan diri. Janganlah bapak terlalu komprador, hendaknya bapak lebih sayang kepada mahasiswa bapak yang bersuara lantang karena kamilah yang begitu objektif sayang kepada bapak. Kalimat terakhir ananda untuk bapak “jika bapak nanti ditetapkan tersangka dalam kasus gedung farmasi tersebut maka bapak legowo saja untuk mundur atau di mundurkan!". (*) Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com// |
Minggu, 23 September 2012
SURAT TERBUKA UNTUK REKTOR UNAND
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar