| Pencitraan Asrama Unand demi Memburu Kursi Wakil Menteri Oleh : Arifki | 27-Jul-2012, 22:50:17 WIB |
| KabarIndonesia - Curhatan ini tentu bukanlah asumsi saya sebagai alumni mahasiswa asrama angkatan VII. Tapi sebuah representatif dari kalangan mahasiswa yang masih peduli dengan hal yang patut kita kritisi dan kita berikan solusi penyelesaiaannya. Asrama Universitas Andalas tentu bukan gosip lagi. Bahwa setiap anak baru yang lulus SNMPTN undangan, Bidik Misi dan berbagai fakultas tertentu yang diwajibkan untuk masuk asrama selama satu tahun. Asrama Universitas Andalas menjalankan program shalat berjamaah dengan tiap-tiap pagi mahasiswa asrama akan selalu mendengarkan toa bernyanyi, ambulan demonstrasi maupun pintu kamar kita yang digoncang gempa suara pembina. Pembina asrama akan membangunkan kita serta mewajibkan shalat berjamaaah dengan sistem absen yang diterapkan jika tidak memenuhi absen yang ditetapkan siap-siaplah untuk menerima surat peringatan. Asumsi kita tentu sangat positif sekali tentang program ini kita merasakan perhatian orang tua yang selalu membangunkan kita untuk shalat Subuh jika kita tidur di rumah. Sungguh luar biasa sekali pembentukan karakter mahasiswa yang lebih unggul untuk dilahirkan oleh Universitas Andalas. Pelatihan Militer ala Asrama Unand Persepsi kita terbantahkan dengan menimbulkan mosi tidak percaya terhadap kebijakan asrama ini. Mahasiswa asrama dipaksa untuk memakai baju koko serta pakaian putih seperti pakaiaan orang mau naik haji dengan warna seragam keseluruhannya. Itu tentu sangat baik sekali karena kita akan menghadap Allah. Tetapi yang jadi pertanyaan bagi kita, sampai saat ini adalah kebijakan itu hanya dipaksakaan jika orang-orang penting datang ke mesjid memberikan ceramah. Tetapi setelah tidak ada tamu lagi semua seperti ada kelonggaran dalam implementasi kebijakan ini. Mahasiswa malah dijadikan seperti produk pencitraan yang siap jadi komersial dan di lempar ke pasar pendidikan buat dipromosikan kepada publik. Tentu hal ini menjadi kasus besar yang harus kita pertanyakan. Apakah Unand betul-betul ikhlas untuk melahirkan negarawan atau adakah maksud udang di balik batu terhadap program ini. Pelatihan militer ala asrama Unand ini sungguh menggelitik jika kita melihat secara seksama. Ada hal yang paling menarik untuk kita angkat ke publik adalah ketika Bapak Tifatul Sembiring mengadakan Orasi Ilmiah di Auditorium sekaligus ada kegiatan Pimpinan unand. Pimpinan Unand melalui pembina asrama mempromosikan informasi bohong dengan iming-iming sertifikat bagi mahasiswa asrama yang datang pada acara tersebut. Ternyata setelah acara selesai, panitia dari rektorat mengatakan tidak ada sertifikat. Begitulah pimpinan Unand, cara membangun pendidikan yang berkarakter ternyata itu hanya politik bau kentut mereka saja terhadap publik Aturan tersebut malah membuat mahasiswa asrama sulit berkembang dari segi pemikiran. Kita tidak bisa bicara dengan hati nurani tetapi pemaksaan pembina asrama, agar nama baik Unand bisa terjual mahal di pasar pendidikan. Inilah yang dinamakan pelacur-pelacur intelektual jika kita gunakan istilah Gie. Obat penjinak yang terus disebarkan oleh Unand membuat benih-benih yang dilahirkan Unand bukan lagi negarawan yang bisa disandingkan dengan Muhamad Hatta dalam strata intelektual Asal Bapak Senang sebagai kosep rezim Soeharto masih mendarah daging di kampus hijau tersebut masih dipertahankan Unand untuk membuat mahasiswa terbius dan tidak sadar bahwa mereka dijajah secara wacana. Asrama Gratis itu Bohong Pernyataan mantan Rektor Unand Musliar Kasim yang sekarang menjabat sebagai wakil menteri pendidikan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pimpinan SBY yang termuat di Koran Padang Ekspres pada hari Rabu, 6 Juli 2011. "Mahasiswa yang mendapatkan Beasiswa Bidik Misi selain mendapatkan dana Rp 600.000 per bulan juga mendapatkan asrama gratis". Beberapa bulan menjelang mahasiswa asrama angkat koper dari asrama timbullah kebijakan yang dikeluarkan oleh tangan kanan Bapak Musliar Kasim yang sekarang menjabat sebagai Rektor Unand, bahwasanya mahasiswa asrama penerima Bidik Misi membayar uang asrama. Keputusan itu tentu sangat dramatis dalam membohongi publik, keanehan itu tentu pantas kita selidiki. Ada seorang teman yang meng-SMS Bapak Muslihar Kasim tentang skandal pembayaran uang asrama ini. Namun ketika beliau tanyakan tentang pembayaran uang asrama. Bapak Musliar Kasim menjawab kalau mahasiswa asrama yang Bidik Misi membayar uang asrama. Lalu teman kita mengirimkan foto koran tersebut lewat multimedia dan sampai hari ini tidak mendapatkan tanggapan dari bapak Musliar Kasim. Tentu sungguh aneh investasi pencitraan yang terus digembor-gemborkan pimpinan Unand untuk mendapat citra baik agar bisa kebagian kue kekuasaan yang lebih tinggi dengan semangat haus kekuasaan. Program yang dibuat Unand itu bagus meng-asramakan mahasiswa baru. Tapi yang menjadi tamparan bagi kita adalah mahasiswa asrama jangan dijadikan komoditas pencitraan untuk jenjang kekuasaan. (*) Arifki, anggota muda UKM PHP/Mahasiswa Ilmu Politik Unand, Sumatra Barat Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com// |
Minggu, 23 September 2012
PENCITRAAN ASRAMA DEMI MEMBURU KURSI WAKIL MENTRI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar