TOM KPK VS JERRY DPR
Anggota Muda UKM PHP/ Mahasiswa Ilmu Politik Unand, Sumatra Barat
Pemberantasan korupsi sudah menjadi jargon seluruh masyarakat
dunia agar penyakit ini cepat untuk diakiri di permukaan bumi ini. Eksistensi
korupsi sudah menjadi langganan media nasional yang tiap detik di beritakan diwajah-wajah
masyarakat Indonesia yang telah gerah dengan hal itu. Epicentrum korupsi yang
bukan lagi berfokus pada hulu istana menjadikan korupsi menjadi musuh yang
harus dituntaskan dengan reformasi hukum yang terus menerus tanpa ada pandang
bulu jika menginginkan Indonesia bersih beberapa tahun kedepannya. Zona
Indonesia yang terus dihantui dengan menjamurnya korupsi di berbagai daerah
setelah otonomi daerah diterapkan di Indonesia. Lubang baru yang di timbulkan
setelah otonomi daerah menggejolak malah pekerjaan rumah yang terus menumpuk.
Makah inilah yang menyebabkan lahirnya Komisi
Pemberantasan Korupsi, atau disingkat menjadi KPK, adalah komisi di Indonesia yang dibentuk pada
tahun 2003 untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Komisi ini didirikan
berdasarkan kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002
mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempekerjakan 730
pegawai untuk memberanguskan tindak pidana korupsi di Indonesia. Sementara
Malaysia memiliki 5.000 pegawai khusus pemberantasan korupsi. Sedangkan pegawai
lembaga pemberantas korupsi di Hong Kong mencapai 3.600 orang
Pemadatan gedung
dengan jumlah anggota KPK yang besar membuat kinerja KPK ngos-ngosan. Jumlah
pegawai KPK di Indonesia memang sangat timpang bila dibandingkan dengan dua
negara itu. Padahal, KPK dibebani tugas dan tuntutan yang besar. Sementara itu,
kinerja KPK tak didukung dengan sarana dan prasarana yang mendukung. Sebanyak
650 pegawai bekerja di kantor KPK di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Padahal gedung itu hanya mampu menampung 350 orang. Sedangkan 80 lainnya
berkantor di luar gedung.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemen PAN) menyetujui rencana penambahan jumlah pegawai sebanyak 1.200 orang. Artinya, KPK membutuhkan gedung baru untuk menampung seluruh pekerja. KPK pun merencanakan gedung baru di area seluas 8.000 meter persegi. KPK pun memerlukan anggaran sekitar Rp225 miliar untuk membangun kantor baru selama tiga tahun. Namun, DPR masih menangguhkan pengajuan anggaran pembangunan gedung baru KPK.(RRN)
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemen PAN) menyetujui rencana penambahan jumlah pegawai sebanyak 1.200 orang. Artinya, KPK membutuhkan gedung baru untuk menampung seluruh pekerja. KPK pun merencanakan gedung baru di area seluas 8.000 meter persegi. KPK pun memerlukan anggaran sekitar Rp225 miliar untuk membangun kantor baru selama tiga tahun. Namun, DPR masih menangguhkan pengajuan anggaran pembangunan gedung baru KPK.(RRN)
Tanda bintang yang di berikan DPR yang berarti penundaan
pencairan Dana untuk pembangunan gedung KPK yang baru. Menjadikan DPR seperti
paranoid dengan kekuatan KPK. Bukan barang asing lagi bagi kita bahwa untuk
pencairan dana-dana yang diajukan ke DPR harus menjalani 1000 proposal
birokrasi dulu. Lobi-lobi yang harus melewati proses minta uang yang dilakukan
DPR tentu tidak mau dilakukan oleh KPK sebagai lembaga superbody yang lantang
dalam hal pemberantasan korupsi.
SAWERAN
Kita semua tentu sudah paham dengan mekanisme DPR dalam
mencairkan dana yaitu harus mengadakan rapat dulu secara bertele untuk membahas
masalah anggaran gedung KPK ini. Komisi III DPR yang memiliki otoritas tentang
perestuan dana ini tentu menimbulkan Kontroversi diberbagai pihak. Pembangunan
gedung KPK dengan saweran yang diminta kepada rakyat adalah hal biasa seperti
awal kemerdekaan Presiden Soekarno yang meminta sumbangan kepada rakyat aceh
dalam pembelian pesawat ( Mahmud MD : 2012 ). Pernyataan itu bukan saja
dinyanyikan ketua Mahkamah Konstitusi secara solo tetapi Mentri BUMN ( Dahlan
Iskan ) akan menyumangkan gajinya enam bulan untuk pembangunan gedung KPK.
Berbagai ahli hukum dan pengamat juga kita ambil argumentasinya tentang saweran
yang dilakukan oleh KPK. Lembaga KPK sebagai lembaga yang bertugas menatang
tindakan gratifikasi. Dana yang di berikan kepada KPKtentu akan masuk dari
berbagai elemen yang menyebabkan KPK akan lemah dalam mengusut tuntas korupsi
kedepannya. Penyebabnya tentu ada rasa basa-basi jika suatu saat penyumbang
terindikasi melakukan korupsi.
DPR SIMPAN
AMUNISI
DPR yang ingin membangun cerita baru tentu petarungan
lembaga lembaga Negara dengan KPK membuat DPR ingin mendapatkan Emas dalam
pertarungan ini. Jangan sampai momentum Piala eropa menjadi contoh pertarungan
yang diterapkan KPK vs DPR. Raja eropa yang di perebutkan berbagai Negara di
Ukraina – polandia malah mewabah ke Indonesia. Raja superbody yang akan menjadi
tarung gengsi antara KPK vs DPR . Saat ini bukan lagi membicarakan mekanisme
birokrasi berbelit-beli DPR. Negara yang dalam keadaan darurat dalam
menuntaskan permasalahan korupsi di republik ini. Janganlah membuat DPR dengan
KPK seperti Tom and Jerry. Tom KPK yang kuat akan terus memburu Jerry DPR yang
mengedap-endap ketika Tom lengah agar Jerry bisa memakan rendang anggaran
secara pribadi. Sebagai contoh permainan anggota DPR di badan anggaran yang di
laporkan oleh Wa Ode. Ketanggasan Tom KPK dalam mengobok-obok ruang Banggar DPR
jaganlah dijadikan sebagai amunisi balas dendam DPR terhadap KPK untuk
membintangkan Anggaran pembangunan gedung DPR.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar