Jumat, 28 September 2012
Minggu, 23 September 2012
TOKOH LAWAS TERLALU BERSYAHWAT UNTUK 2014
TOKOH LAWAS TERLALU BERSYAHWAT UNTUK 2014
Arifki
Anggota Muda UKM PHP/ Mahasiswa Ilmu
Politik Unand, Sumatra Barat
“ Berikan
aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10
pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)
Betapa menggelora semangat soekarno dalam mengucapkan kata-kata diatas.
Pemuda memang icon Negara yang paling urgen sekali jika kita ingin membangun
tata kelola Indonesia lebih baik kedepannya. Peristiwa Rengas denglok merupakan
contoh bagaimana pemuda begitu bergerak cepat dalam pengambilan keputusan.
Pertempuran pendapat antara golongan tua dengan golongan muda pada tanggal 16
Agustus 1945 tersebut membuat golongan tua mengalah. Sehingga 17 Agustus 1945
di tetapkan sebagai hari kemerdekaan Republik ini.
Kalau tidak ada peran kunci pemuda dalam hal ini tentu kemerdekaan kita
akan di tunda atau malah terlunta-lunta sampai detik ini. Romantisme masa lalu
ini memang begitu mengesankan untuk kita renungkankan dan kita pedomani.
Perhatian kita tentu mengarah kepada siapa yang akan menjadi kuda hitam 2014
nantinya. Tokoh-tokoh lawas yang masih mengemuka ke publik membuat bangsa ini bisa
di tapsirkan kehilangan regenarasi kepemimpinan.
Banyaknya macan-macan veteran yang kembali disebut sebagai figur paling
pantas menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mendapatkan
sorotan Ketua MPR Taufiq Kiemas. Menurut Taufiq, Pemilu 2014 harusnya menjadi
momentum alih generasi kepemimpinan nasional dari tokoh tua kepada tokoh yang
lebih muda.
Suami Megawati itu pun berharap, tokoh-tokoh tua yang tak mungkin terpilih lagi lebih baik mengurungkan niatnya untuk maju di Pilpres 2014. "Saya usul beri kesempatan ke tokoh yang lebih muda saja," kata Taufiq usai menjadi pembicara kunci pada Sarasehan Nasional tentang Kepemimpinan Berkarakter Pancasila di Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa (29/5).
Suami Megawati itu pun berharap, tokoh-tokoh tua yang tak mungkin terpilih lagi lebih baik mengurungkan niatnya untuk maju di Pilpres 2014. "Saya usul beri kesempatan ke tokoh yang lebih muda saja," kata Taufiq usai menjadi pembicara kunci pada Sarasehan Nasional tentang Kepemimpinan Berkarakter Pancasila di Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa (29/5).
Sungguh menarik kita membahas masalah pernyataan Ketua MPR RI tersebut.
Betapa tidak tokoh-tokoh yang bisa di katakana semangatnya akan luntur dengan
pertimbangan dan pertimbangan saja dari pada mengambil peluang yang cepat dalam
konstruksi kemajuan negeri ini. Sejarah telah menyapa kita bahwa soekarno jaya
dan sangat mengelora ketika ia menjadi presiden pertama Indonesia dalam usia
muda. Empat puluh empat tahun beliau menikmati singgasana kepresiden membuat
dia begitu bersinar dalam membangun nasionalisme negeri ini.
Lunturnya usia membuar soekarno kehilangan semangat mudanya sehingga
kekuasaannyapun di rebut oleh golongan muda yang berumur 45 tahun yaitu
Soeharto. Tumbangnyanya Soekarno pada tahun 1966 mengartikan bahwa Soekarno
terlalu tamak dengan kekuasaan yang telah ia emban dari tahun 1945-1966.
Soeharto dalam jiwa mudanya sangat bernapsu sekali dalam ambisi kekuasaannya.
Perkembangan ekonomi yang di bangun Soeharto sangat baik sekali pada zaman Orde
Baru tersebut walaupun kekebabasan bependapat di borgol dengan ketat.
Ketamakan Soekarno yang tetap gigih mempertahankan kekuasaanya untuk
menjadi Presiden seumur hidup tidak menjadi contoh bagi Soeharto. Tiga puluh
tahun melalang buana mencicipi kursi kepresiden Indonesia membuat Soeharto
harus di turunkan dengan tidak terhormat
pada 21 Mei 1998. Pemimpin Orde Lama dan Orde Baru itu sudah menjadi
euphoria kita dalam membaca sejarah bahwa usia tua bukan lagi menjadi usia yang
pantas untuk membangun negeri ini yang masih menjadi Negara berkembang.
Undang-undang memang mengatakan bahwa usia minimal memang 35 tahun untuk
menjadi presiden. Undang-undang tidak mengatakan usia maksimal untuk menjadi
seorang presiden. Kita tentu tidak menghalangi para-para tua-tua keladi tetap
mencalonan sebagai Presiden Indonesia pada 2014 nanti. Permasalahan yang ingin
kita kemukakan harus ada sikap tahu diri dan menyiapkan generai selanjutnya.
Jangan sampai tokoh-tokoh yang punya prestasi baik dan menikmati hari tuanya
dengan tenang Malah di caci maki
menjelang akhir masa jabatannya dan mengaburkan sejarah yang telah mereka ukir.
Hujan sehari bisa menghapuskan kemarau setahun, sikap memberikan peluang pada
generasi muda harus tetap di kobarkan jika Indonesia tidak mau kehilangan
pemimpin di masa depan.
Megawati Soekarno Putri yang masih di hebohkan para pendukungnya untuk
merebut posisi orang nomorsatu di republik ini pada 2014 nanti, Prawo Subianto,
Wiranto, Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla hendaknya menyiapkan geneasi muda yang
bisa menggambarkan karakter mereka. Cinta itu tidak usah memiliki, kalau
betul-betul cinta dengan Republik ini mari persilahkan yang muda yang maju.
Jika partai masih keras kepala dalam hal ini mengartikan partai gagal total
dalam menciptakan regenarsi kepemimpian negeri ini. Orang tua itu peragu dan
banyak menimbang-nimbang seperti pemimpin yang menjabat hari ini. Banyak berpikir
malah membuat tidak melakukan sama
sekali. Peristiwa Rengas Denglok dan keruntuhan Orde Lama dan Orde Baru sudah
menjadi catatan bagi kita. Mari yang muda maju yang tua mendukung….
Tumbal baru asrama Universitas Andalas
TUMBAL BARU ASRAMA UNIVERSITAS ANDALAS
Arifki
Anggota Muda UKM PHP/ Mahasiswa Ilmu Politik Unand, Sumatra Barat
“Kamu bisa membohongi semua
orang bebarapa saat dan beberapa orang setiap saat, tetapi kamu tidak bisa membohongi orang
lain setiap saat “
( Abraham Lincoln, Presiden AS ke- 16 )
Betapa
mahirnya kita menciptakan sebuah kebohongan tentu kita tidak bisa membohongi
orang lain setiap saat. Itulah intisari yang dapat kita simpulkan dari
kata-kata Presiden Amerika Serikat Ke-16 diatas .
Kebohongan
merupakan babak permasalahan yang sering kita temui . Kebusukan yang selalu
ditanam di Asrama Universitas Andalas
kepada mahasiswa baru yang diasramakan bukan lagi menjadi kabar angin.
Masalah asrama sudah menjadi masalah yang
besar dan berlangsung sudah lama tapi karena tidak ada yang memiliki
keberniaan untuk mengungkap ini. Artikel ini tentu tidak lempar batu sembunyi
tangan terhadap skandal-skandal yang terjadi di asrama Universitas Andalas.
Sebelum kita mengetahui sebuah kue itu enak atau pahit tentu dengan mencoba
sendiri kue tersebut. Begitulah yang saya lakukan, saya adalah mantan mahasiswa
asrama angkatan ke VII tentu saya tahu
betul carut- marut asrama unad dari hulu sampai ke hilir. Asrama Unand yang
dijadikan jualan Rektor untuk menarik simpati publik untuk program pembentukan
karakter mahasiswa Unand semakin hari makin menarik simpati kalayak banyak.
Asrama Unand sangat baik sekali dalam pengelolaan kareakter mahasiswa dalam
bidang keagaman tapi yang menjadi skandal permasalahanya adalah asrama Unand
dijadikan sebagai ajang cari muka oleh pimpinan Unand. Mahasiswa asrama di
jadikan anjing penjaga kekuasaan rektor. Dengan menurut semua aturan rektor
yang kadang sangat nyeleneh itu.
Betapa
tidak mahasiswa asrama yang dijinakan dengan otoritas yang dimilikinya agar bicara
soal unand tentang yang baik-baiknya saja. Inilah bentuk pimpinan mengajarkan
kebohongan kepada mahasiswanya, semua terasa di lebih-lebihkan. Mental
mahasiswa asramapun di bentuk adalah mental pengejut bukan mental para pejuang
yang berani mengungkap kebenaran. Rektor unand adalah pemimpin yang alergi
untuk dikritik maunya hanya di puja dan dipuji seperti para dewa. Pemimpin yang
hanya berbicara bukan karena fakta lebih mengarah kepada menutupi kegagalannya
maka cari muka dengan alat pencitraan.
“
Berbohong akan berbanding lurus dengan
prilaku pencitraan “ tulis Chairu Fahmi dari Aceh Insituate. Menurutnya dalam
kontek pencitraan diri selalu di tampilkan seakan-akan “ Malaikat “ penyelamat
dan pahlawan kebaikan. Sekilas pencitraan berhasil menampilkan subyek yang
dicitrakan seperti yang diharapkan. Namun, karena pencitraan hanyalah polesan
dari luar untuk menampilkan kebaikan maka kebohongan dalam pencitraan akan terlihat
ketika apa yang dicitrakan tidak sesuai dengan prilaku, tabiat dan kebiasaanya.Berbeda
dengan pemimpin yang jujur yang memancarkan kharisma sesungguhnya, bukan produk
pencitraan. Kharisma adalah kebaikan yang terpancar dari dalam.
Pertengahan
Juli 2012 ini adalah masuknya mahasiswa baru asrama Universitas Andalas
Angkatan ke VIII. Tentu jualan Bapak Wery Darta Taifur akan laku keras di
pasaran mahasiswa baru asrama. Isu kampus yang melibatkan nama beliau belum
terkontaminasi ke ranah ekternal unand. Masyarakat luas mengetahui bahwa unand
adalah kampus yang bersih dari korupsi dan tidak ada tercemar namanya. Suntikan
bius pencitraan pasti menjadi rudal ampuh bapak rektor untuk menarik simpati.
Jika kita ingin menjadikan sumbar bersih dari korupsi yang bersihkan dulu
kampus-kampus yang dihuni para pelacur-pelacur intelektual itu terlebih dahulu.
Kita mengharapkan kepada media lokal maupun nasional untuk menyelidiki kasus
ini karena dampak psikologis mahasiswa akan mati jika konsep asrama yang
terlalu menguntungkan pihak rektorat saja.
Jangan sampai kebohongan publik yang pernah
dilakukan Bapak Musliar Kasim juga ditradisikan juga kepada mantan kroninya
itu. Mahasiswa penerima Bidik Misi tidak membayar uang asrama begitulah dia
bernyanyi solo di hadapan media. Tapi kita tidak butuh verbalisme dan retorika
saja tapi bukti nyata bahwa rektor Unand adalah penerus Hatta bukan Soeharto.
Tumbal baru untuk asrama memang sangat pantas sekali bagaimana kita melihat
hubungan Bapak wery darta taifur dengan Bapak Musliar Kasim sudah seperti bayi kembar siam yang sulit
untuk di pisahkan. Kita mahasiswa Unand tentu ingat bagaimana Bapak Rektor melarang
mahasiswa untuk demontrasi masalah kenaikan BBM beberapa bulan kebelakang. Bus
Kampus yang di operasikan dengan uang mahasiswa ketika BBM naik mahasiswa ingin
turun kejalan bus kampus malah di tahan-tahan. Maka banyak orang yang
mempertanyakan kemenagan Rektor Wery Darta Taifur dalam bursa pemilihan Rektor
menimbang beliau terlalu arogan terhadap mahasiswa. Walaupun yang terlibat
disana hanya Senator dan Suara dari Mendiknas. Tentu Tuhan yang tahu apakah ada
konspirasi di bursa pemilihan rektor tersebut.
Mahasiswa
Bidik Misi yang jumlahnya kira 750 –an akan diancam dengan alasan yang tidak
jelas. Aturan Unand yang sangat kita dukung memberikan peringatan kepada
mahasiswa penerima Bidik Misi apabila Indeks Prestasinya dibawah tiga. Tapi larangan demontrasi untuk
mahasiswa bidik misi itulah yang kita tuntut
memang pimpinan tidak menegaskan secara tertulis tapi ancaman mulut
terus di kobarkannya tanpa henti. Mahasiswa bidik misi yang di perlakukan tidak
etis memang membuat geram semua mahasiswa bidik misi. Apalagi ketiaka rektor
Unand mengumpulkan mahasiswa Bidik Misi 2011 di PKM unand lantai I ia
mempermalukan sebahagian mahasiswa bidik misi. Sungguh hari itu menjadi
tontonan bagi kita seorang diktator yang memperlakukan rakyatnya.
Masalah
yang paling mengelitik adalah ketika teman kita dari jurusan Administrasi
Negara angkatan 2011 sangat vokal menanyakan permasalahan Unand waktu ada
pertemuan pihak Unand dengan mahasiswa yang di mediasikan oleh BEM KM Unand.
Beliau juga mahasiswa penerima Bidik Misi, Beberapa hari setelah itu ada
penandatanganan SPJ Bidik Misi sehingga beliau mendapat teguran. “ Anda itu
mahasiswa penerima Bidik Misi, Janganlah terlalu Vokal benci birokrat kepada
anda nantinya “. Uang bidik Misi adalah uang Negara bukan uang bapak wery darta
taifur, hubungannya jelas tidak ada antara mahasiswa Bidik Misi dengan
mahasiswa yang Vokal. Seharusnya pegawai yang menegur teman kita itu sadar diri
mereka mendaptkan pekerjaan karena ada mengurusi beasiswa kemahasiswaan.
Menjilat kepada atasan janganlah di budayakan karena itu merupakan kebohongan
yang ditutupi.
Tentu
masih segar dalam ingatan kita bagaimana Bapak Muslihar Kasim membangun citra
sejak ia jadi rektor, Ketua Majelis Rektor
dan sekarang sebagai Wakil mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Jangan sampai hal
yang sama juga diakukan oleh kroninya yang sedang menjabat Karena ini akan
menjadi budaya korupsi yang tidak akan pernah putus. Memang soal cari muka
Bapak Musliar Kasim lebih hebat dengan poker facenya dibandingkan bapak Wery.
Hal itu terungkap jika kita memperhatikan gaya bicara Bapak Wery ketika
memberikan sambutan setiap ada kegiatan. Ada beban yang ia tutupi ketika
berbicara sehingga tatapan matanya ada kemarahan menimbang dari kebohongan yang
sudah mendarah daging dalam tubuhnya. Sangat mengejutkan sekali ketika Bapak
Wery selalu bicara apabila ada seminar tentang korupsi “ Mahasiswa hanya bisa
mendemontrasi orang lain yang korupsi padahal mahasiswa juga korupsi dengan
mencontek waktu ujian “. Lucu sekali nyayian bapak Rektor tersebut sama dengan
SBY yang pidato di depan pendiri dan DPD Partai Demokrat Se- Indonesia “ Partai kita masih urutan ke-3
dalam Indeks korupsinya masih ada Partai lain yang lebih korupsi dari pada
partai kita, tapi kenapa partai kita yang sering di sorot “. Ternyata kemiripan
gaya politik SBY sama dengan Bapak Wery Darta Taifur. Ia mengkambing hitamkan
orang lain untuk menutupi kegagalannya agar tidak di cium publik. Bapak
Muslihar Kasim memang memilki Poker Face seperti Soeharto dan bapak Wery Darta
Taifur lebih mengarah kepada gaya politik SBY yang mukanya mudah di baca. Jadi
kebohongannya bisa terlihat dengan cara ia bersikap dan berhubungan dengan
mahasiswa
Janganlah
Bapak jadikan Adik-adik kami sebagai tumbal kuasaan bapak untuk menjadi bahan
jualan bapak ke dewa bapak yaitu Pak mentri dan Sang Presiden SBY untuk
menjinakkan suara lantang mahasiswa. Semangat Soekarno ada di Sumatra Barat
yang siap menyapu bersih pemimpin-pemimpin yang komprador. Konsep Machiaveli
untuk mendapatkan sudah basi bagi rakyat Indonesia. Mari berbenah diri atau
tidak memundurkan diri. Legowo Pak…!!!
RUDAL BANCI SBY UNTUK MALAYSIA
RUDAL BANCI SBY UNTUK MALAYSIA
Arifki
Anggota Muda UKM PHP/ Mahasiswa Ilmu Politik Unand, Sumatra Barat
Ini dadaku, mana dadamu?
Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi
Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik
Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer
(Bung Karno)
Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi
Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik
Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer
(Bung Karno)
Negeri
ini memang sungguh aneh dalam menangkapi euporia masalah yang terus bertubi-tbi
menghantam harga diri bangsa ini. Kasus pencaplokan budaya Indonesia memang
bukan sarapan pagi lagi bagi kita semua tetapi sudah menjadi berita basi yang
terus melukai titik sensitif rakyat negeri ini. Kontroversi pengklaim batik,
reok ponorogo, tari pendet, lagu rasa sayange, anglung dan berita baru yang
membuat membaranya kemarahan bangsa Indonesia adalah klaim dari bangsa Malaysia
yang ingin menjadikan tari tor-tor dan gondrang Sembilan kebudayan asli
mandeling Sumatra Utara itu membuat semua masyrakat rusuh opini agar pemerintah
bertindak tegas terhadap hal ini.
Perasaan
bangsa ini tentu di sobek-sobek padahal kebudayaan mandeling adalah darah
daging yang budaya bangsa yang sering di gaung-gaungkan oleh masyrakat batak
kepada negeri ini sebagai ciri khas mereka. Sabang sampai meroke sudah tahu
tentang budaya yang populer setiap acara adat dilaksanakan.`
Tentu
secara geografis kita tidak bisa menyalahkan Malaysia jika melihat kondisi kita
yang serumpun dengan negeri jiran tersebut. Klaim tersebut tentu bisa di
timbulkan dengan banyaknya warga mandeling yang telah berdomisili di negeri
jiran tersebut. Tapi jika konsepnya mengembangkan budaya Indonesia boleh-boleh
saja tapi kalau di photokopi serta dianngap sebagai budaya Malaysia itu sama
saja Malaysia membangunkan macan yang sedang tidur.
PEMERINTAH TERLALU
LOYO
Copy
Paste budaya yang dilaksanakan oleh Malaysia bukan satu kali atau dua kali lagi
tetapi sudah sering Malaysia membuat bangsa ini mendung dengan kemarahan
sebelum mengeluarkan hujan konflik di tataran selat malaka itu. Siapa lagi yang
di persalahkan dalam hal ini kalau bukan SBY- Boediono sebagai lambang pemerintah
yang sedang berkuasa hari ini di negeri Indonesia. Setiap ada permasalahan
dengan Malaysia SBY hanya mengirimkan nyanyian rudal diplomasi yang tergolong
banci bagi Malaysia karena ketangguhan SBY sebagai mantan prajurit akan di
pertanyakan. Tentu spekulasi ragu-ragu SBY yang jika bertindak keras terhadap
Malaysia maka TKI kita aka dipaksa akan koper dari Malaysia. Kita membaca kasus
ini harus dengan nyali, cobalah dilihat secara lebih detail.Ekonomi Malaysia
tingkat buruh di dominasi oleh TKI asal Indonesia. Jika saja TKI kita di depak
dari tanah jiran maka Malaysia tentu akan kewalahan unuk mengisi kekosongan
buruh tersebut. Ekonomi Malaysia tentu akan lumpuh total.
Berapa
banyak TKI kita yang pulang dengan peti mati bukan sebagai pahlawan Devisa yang
bisa berbangga kepada Ibu pertiwi ini. Seakan-akan itu menjadi tontonan menarik
bagi pemerintah dalam menarik urat malunya. Ini bukti bahwa Negara besar ini
dianggab rendah oleh bangsa lain. Permasalahan jangka panjang yang harus di
kaji oleh pemerintah adalah pemerintah harus membenahi system ekonomi yang baik
dulu. Pendidikan adalah langkah awal untuk memberantas kemiskinan jangan kita
terlalu berharap untuk melahairkan pengusaha tapi krisis negarawan yang berhati
merakyat. Bangsa ini aka di gadaikan dengan harga murah jika sistem
kepemimpinan yang bernyali tidak di bentuk mulai dari sekarang.
DANA OLAHRAGAPUN MASUK
KANTONG
Pernyataan
itu tentu sangat mengelitik sekali dalam pembahasan masyrakat jangankan untuk
mengertak Malaysia dengan kemampuan olahraga kita. Persiapan untuk membuktikan
nyali bangsa ini malah di pangkas oleh koruptor negeri ini. Pembangunan Wisma
Atlet sebagai refresentasi ketamakan para birokrat untuk memenuhi syahwat
pribadi tanpa memikirkan dampak besar yang akan di timbulkannya. Sea Games
Palembang yang membuat pemerintah
ketetaran karena kekurangan anggaran yang ternyata di sunat oleh para anggota
mafia yang tidak tahu diri dengan jabatan yang sedang ia cicipi detik ini.
Betapa tidak dua hari menjelang acara akan dialaksanakan pekerja masih
beres-beres untuk mempercepat pemabangunan wisma Atlet. Kasus pembagunan pusat
olahraga Hambalang malah dijadikan tambahan baru bagi para koruptor untuk
memenuhi kantongnya agar olahraga kita tambah carut-marut dalam menjalankan
sistemnya. Kalau kita kalkulasikan kasus perampasan Dana Olahraga berkisar 6,2
Triliun Wisma Atlet + Hambalang. AFC dan Sea Games merupakan tamparan yang di
berikan Malaysia buat Indonesia yang belum becus dalam memperbaiki sistem
olahraga di Indonesia. Secara prestasi
saja kita telah ditekan oleh Malaysia, secara budaya di korupsi Malaysia dan
secara nyali pemerintah terlalu banci menghadapi Malaysia. Tentu kita tidak
akan memutar kembali romatisme masa lalu Soekarno dalam mengatakan Ganyang
untuk Malaysia. Marilah kita berbenah dan betul-betul konsisten dalam
mempertahankan harga diri bangsa ini.
Politik Transaksional Demokrasi
| Politik Transaksional Demokrasi Oleh : Arifki | 25-Aug-2012, 00:02:17 WIB |
| KabarIndonesia - Demokrasi secara normatif adalah demokrasi yang secara ideal hendak dilakukan oleh Negara. Demokrasi secara empirik adalah demokrasi yang diwujudkan dalam dunia politik praktis.( Afan Gafar ) Demokrasi memang sistem terbaik yang kita nikmati dewasa ini dibandingkan dengan keberadaan sistem ala tirani dan diktator. Namun demokrasi terus melewati fase-fasenya sehingga demokrasi kita cendrung kebablasan. Melihat semua ini tentu semua orang punya interprestasi yang berbeda-beda dalam membaca demokrasi sebagai sistem yang normatif maupun empirik. Kecendrungan yang kita lihat saat ini jika kita mengukur demokrasi dalam ruang Indonesia saja. Demokrasi sudah menjadi penafsiran yang terkadang mengada-ngada. Timbulnya sistem barter kepentingan sampai dengan pengaruhpun dijadikan sebagai instrumen dalam menjalankan politik Transaksional. Pertarungan kepentingan sungguh menggambarkan kepada kita semua bahwa orang-orang yang ada diparlemen saat ini hanyalah kumpulan anak-anak TK yang belajar makan nasi. Betapa tidak mereka bisa dikatakan seperti itu menimbang dari sikap mereka yang mau bekerja jika ada kepentingan, uang dan wanita cantiknya. Uang yang berhamburan disana serta pengaruh mereka yang diperdagangkan kesana-kemari demi mendapatkan Fee. Traveling anggota Dewan kedaerah-daerah cenderung menimbulkan salah esensi sehingga makna substansial seorang anggota DPR tidak dipahaminya. Perjalanan yang juga ditanggung uang rakyat bukan saja ajang cari citra kepada rakyat. Pengaruh yang diperdagangkannya agar mendapatkan Fee dari perusahan-perusahan daerah yang mendapatkan persetujuannya cukup saja dengan penjualan tanda tangan seorang anggota Dewan. Bicara tentang kebobrokan elit pemerintah dalam membangun korupsi dimasing-masing daerah tidak bisa dipungkiri lagi. Apalagi sistem epicentrum kekuasaan bukan lagi berpusat pada pusat saja tetapi sudah mengalir pada epecentrum kekuasaan didaerah. Inilah kegagalan dari sistem centralisasi menjadi discentralisasi. Masih segar dalam ingatan kita tentang konspirasi antara Hartati Murdiya ( Wakil Dewan Pembina Partai Demokrat ) dengan bupati Boel dalam melakukan tindakan konspirasi menyesatkan dunia keadilan Indonesia. Kedekatan antara penguasa dan pengusaha memang sulit untuk dipisahkan karena mereka saling tukar guling kepentingan demi memuluskan kepentingan masing-masing.Penguasa yang mengharapkan agar dana besar disuntikan kepadanya agar pencalonannya didaerah tersebut lancar-lancar saja. Sedangkan pengusaha mengharapkan jaring-jaring bisnisnya aman terkendali serta mendapatkan perlindungan dari penguasa yang dimodali pengusaha tersebut. Tukar-menukar ini tentu kita kenal dalam ekonomi sebelum masyarakat mengenal uang tetapi istilah itu bukan saja milik ekonom-ekonom saja karena politisi-politisi busuk juga ingin menggunakan istilah itu dalam berpolitik. Bagaimana seorang SBY membangun kospirasinya dengan Bakrie demi mengamankan posisi SBY sampai tahun 2014 nantinya. Masalah anggaran pajak Bakrie yang bermasalah serta Lapindo yang menimbulkan pertanyaan besar masyarakat Indonesia tentang kesalahan Bakrie Group dalam hal ini. Tetapi karena masing-masing pemilik kepentingan ini sama-sama memegang kartu AS yang sama maka kasus ini terkatung-katung. Jika SBY memperpanjang masalah Lapindo dan anggaran pajak yang dialami Bakrie maka Bakrie akan buka kartu ASnya dengan membuka semua masalah Century. Disini terlihat tentang lemahnya seorang SBY dalam mengambil sebuah keputusan jika para menterinya bermain api dengan media tentang dosa-dosa Dinasti Yudhoyono. SBY Cuma bisa mengeluarkan gertak sambalnya saja tanpa ada aplikasi dari omongannya itu. Partai –partai yang akan mengamankan SBY sampai tahun 2014 yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan ( SEKGAB ) menjadi titik lemah SBY dalam menjalankan pemerintahan dari tahun 2009 sampai tahun 2014 nantinya. Sudah berapa kali PKS dan Golkar bikin ulah SBY hanya bisa mengatakan Reshuffle dan Reshuffle saja tanpa realisasi. Kemandulan SBY ini tentu akan berdampak besar terhadap pemerintahan Indonesia karena beliau sebagai Pilot Republik ini hanya sibuk mengurus partai koalisinya dan anggota Partainya yang tersandung kasus korupsi. Semoga tahun 2014 nanti presiden Indonesia jangan lagi melibatkan dirinya dalam pengurusan partai politik karena akan menghilangkan esensinya sebagai seorang kepala Negara yang harus mengurusi rakyatnya bukan anggota partainya. Legowo…!!! (*) Penulis adalah Anggota Muda UKM PHP-Unand/Mahasiswa Ilmu Politik, Unand, Sumatera Barat dan CEO Arifky Chaniago Research And Consulting (ACRC) Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com// |
Kemesraan Korupsi Angie dengan Rektor UNAND
| Kemesraan Korupsi Angie dengan Rektor UNAND Oleh : Arifki | 29-Jul-2012, 15:14:50 WIB |
| KabarIndonesia - Sepandai-pandai tumpai melompat akhirnya jatuh juga. Peribahasa ini tentu sangat tersimpan di memor yang di ajarkan guru Sekolah Dasar kita . Analogi ini bukanlah kita menikmati romantisme Sekolah Dasar yang telah berlalu. Hal penting dari analogi ini adalah kita akan membangun kemesraan dengan pimpinan Unand tentang bau korupsi gedung Farmasi Universitas Andalas. Suasana ini tentu masih segar bagi kita semua bagimana Angie membangun jaring-jaring korupsinya di berbagai Universitas di Indonesia. Kita tidak terlalu memfokuskan dulu tentang kasus lain Angie tetapi kita khususkan dulu skandal Angie di Kemendiknas yang banyak membuat pimpinan universitas di Indonesia tidak sadarkan diri karena terbius dengan bujukan korupsi Angie. REKTOR GALAU TENTANG ANGI Bau korupsi ini tentu sudah sangat membusuk di kabarkan oleh media bahwa bangkai-bangkai korupsi Angie ada yang tercecer di gedung Farmasi Unand. Fakta ini di akui Angie ketika di persidangkannya dalam kasus Kemenpora bahwa ada kampus-kampus yang terlibat dalam menikmati limbah korupsi. Kemesraan korupsi Angie dengan Rektor Unand memang pantas untuk kita sorot secara bersama. Karena rektor Unand, Bapak Wery Darta Taifur semakin galau jika di pertanyaan kemesraan korupsinya dengan Angie. Ketika wartawan memperatnyakan tentang proyek pembangunan gedung farmasi “ Saya tidak tahu menahu tentang masalah ini saya Cuma ikut mentri “ Cinta korupsi Angie memang membuat rektor Amnesia tentang proyek pembangunan gedung farmasi di unand tersebut. Analogi orang awam seperti ini, kita memiliki sebuah rumah. Beberapa hari datanglah orang ingin membuka warung di rumah kita karena ada ruangan yang kosong bisa di jadikan untuk berdagang. Namun kita tidak tahu menahu tentang semua ini padahal kita tetap tinggal di rumah yang sama dengan orang yang berdagang tersebut. Begitulah kita menarik benang merah kasus Angie ini. Proyek pemabngunan terjadi di kampus Unand apakah mungkin Bapak wery tidak tahu menahu sebagai Pimpinan di Unand. Sungguh jawaban orang yang di mabuk cinta korupsi yang di layangkan Bapak wery kepada media, SEMUA ELEMEN HENDAKNYA ANGKAT BICARAKasus bau korupsi di gedung farmasi universitas Andalas bukan lagi obrolan bapak-bapak di warung kopi, media local tetapi pemberitaan Nasional. Hendaknya kita bersama-sama mengawal kasus ini jangan sampai jatuh nila setitik, rusak susu sebelanga. Jika kita ingin menyelamatkan Universitas Andalas kita harus cuci gudang untuk membersihkan bangkai-bangkai korupsi yang masih tercecer di sekitar kampus Unand. Jangan integritas Bapak bangsa pendiri Universitas Andalas DRS. Muhamad Hatta ternodai oleh segelintir orang yang ingin meledakkan integritas Unand demi kepentingan pribadi saja. Mari kita dukung KPK untuk mengusut tuntas masalah ini. Saatnya mahasiswa berpikir kritis dan solutif tentang ini karena keapatisan kita akan membuat Unand akan menuggu tsunami kehancurannya. Semoga sumbar kedepannya tidak tercemar oleh Limbah korupsi di negeri ini. Jangan slogan Adat Basandi Syra’, Syra’ basandi kitabullah “ Cuma jadi romantisme masa lalu yang di dengung-dengungkan tetapi berbeda dengan impentasinya di lapangan. Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com// |
PENCITRAAN ASRAMA DEMI MEMBURU KURSI WAKIL MENTRI
| Pencitraan Asrama Unand demi Memburu Kursi Wakil Menteri Oleh : Arifki | 27-Jul-2012, 22:50:17 WIB |
| KabarIndonesia - Curhatan ini tentu bukanlah asumsi saya sebagai alumni mahasiswa asrama angkatan VII. Tapi sebuah representatif dari kalangan mahasiswa yang masih peduli dengan hal yang patut kita kritisi dan kita berikan solusi penyelesaiaannya. Asrama Universitas Andalas tentu bukan gosip lagi. Bahwa setiap anak baru yang lulus SNMPTN undangan, Bidik Misi dan berbagai fakultas tertentu yang diwajibkan untuk masuk asrama selama satu tahun. Asrama Universitas Andalas menjalankan program shalat berjamaah dengan tiap-tiap pagi mahasiswa asrama akan selalu mendengarkan toa bernyanyi, ambulan demonstrasi maupun pintu kamar kita yang digoncang gempa suara pembina. Pembina asrama akan membangunkan kita serta mewajibkan shalat berjamaaah dengan sistem absen yang diterapkan jika tidak memenuhi absen yang ditetapkan siap-siaplah untuk menerima surat peringatan. Asumsi kita tentu sangat positif sekali tentang program ini kita merasakan perhatian orang tua yang selalu membangunkan kita untuk shalat Subuh jika kita tidur di rumah. Sungguh luar biasa sekali pembentukan karakter mahasiswa yang lebih unggul untuk dilahirkan oleh Universitas Andalas. Pelatihan Militer ala Asrama Unand Persepsi kita terbantahkan dengan menimbulkan mosi tidak percaya terhadap kebijakan asrama ini. Mahasiswa asrama dipaksa untuk memakai baju koko serta pakaian putih seperti pakaiaan orang mau naik haji dengan warna seragam keseluruhannya. Itu tentu sangat baik sekali karena kita akan menghadap Allah. Tetapi yang jadi pertanyaan bagi kita, sampai saat ini adalah kebijakan itu hanya dipaksakaan jika orang-orang penting datang ke mesjid memberikan ceramah. Tetapi setelah tidak ada tamu lagi semua seperti ada kelonggaran dalam implementasi kebijakan ini. Mahasiswa malah dijadikan seperti produk pencitraan yang siap jadi komersial dan di lempar ke pasar pendidikan buat dipromosikan kepada publik. Tentu hal ini menjadi kasus besar yang harus kita pertanyakan. Apakah Unand betul-betul ikhlas untuk melahirkan negarawan atau adakah maksud udang di balik batu terhadap program ini. Pelatihan militer ala asrama Unand ini sungguh menggelitik jika kita melihat secara seksama. Ada hal yang paling menarik untuk kita angkat ke publik adalah ketika Bapak Tifatul Sembiring mengadakan Orasi Ilmiah di Auditorium sekaligus ada kegiatan Pimpinan unand. Pimpinan Unand melalui pembina asrama mempromosikan informasi bohong dengan iming-iming sertifikat bagi mahasiswa asrama yang datang pada acara tersebut. Ternyata setelah acara selesai, panitia dari rektorat mengatakan tidak ada sertifikat. Begitulah pimpinan Unand, cara membangun pendidikan yang berkarakter ternyata itu hanya politik bau kentut mereka saja terhadap publik Aturan tersebut malah membuat mahasiswa asrama sulit berkembang dari segi pemikiran. Kita tidak bisa bicara dengan hati nurani tetapi pemaksaan pembina asrama, agar nama baik Unand bisa terjual mahal di pasar pendidikan. Inilah yang dinamakan pelacur-pelacur intelektual jika kita gunakan istilah Gie. Obat penjinak yang terus disebarkan oleh Unand membuat benih-benih yang dilahirkan Unand bukan lagi negarawan yang bisa disandingkan dengan Muhamad Hatta dalam strata intelektual Asal Bapak Senang sebagai kosep rezim Soeharto masih mendarah daging di kampus hijau tersebut masih dipertahankan Unand untuk membuat mahasiswa terbius dan tidak sadar bahwa mereka dijajah secara wacana. Asrama Gratis itu Bohong Pernyataan mantan Rektor Unand Musliar Kasim yang sekarang menjabat sebagai wakil menteri pendidikan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pimpinan SBY yang termuat di Koran Padang Ekspres pada hari Rabu, 6 Juli 2011. "Mahasiswa yang mendapatkan Beasiswa Bidik Misi selain mendapatkan dana Rp 600.000 per bulan juga mendapatkan asrama gratis". Beberapa bulan menjelang mahasiswa asrama angkat koper dari asrama timbullah kebijakan yang dikeluarkan oleh tangan kanan Bapak Musliar Kasim yang sekarang menjabat sebagai Rektor Unand, bahwasanya mahasiswa asrama penerima Bidik Misi membayar uang asrama. Keputusan itu tentu sangat dramatis dalam membohongi publik, keanehan itu tentu pantas kita selidiki. Ada seorang teman yang meng-SMS Bapak Muslihar Kasim tentang skandal pembayaran uang asrama ini. Namun ketika beliau tanyakan tentang pembayaran uang asrama. Bapak Musliar Kasim menjawab kalau mahasiswa asrama yang Bidik Misi membayar uang asrama. Lalu teman kita mengirimkan foto koran tersebut lewat multimedia dan sampai hari ini tidak mendapatkan tanggapan dari bapak Musliar Kasim. Tentu sungguh aneh investasi pencitraan yang terus digembor-gemborkan pimpinan Unand untuk mendapat citra baik agar bisa kebagian kue kekuasaan yang lebih tinggi dengan semangat haus kekuasaan. Program yang dibuat Unand itu bagus meng-asramakan mahasiswa baru. Tapi yang menjadi tamparan bagi kita adalah mahasiswa asrama jangan dijadikan komoditas pencitraan untuk jenjang kekuasaan. (*) Arifki, anggota muda UKM PHP/Mahasiswa Ilmu Politik Unand, Sumatra Barat Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com// |
TOM KPK VS JERRY DPR
TOM KPK VS JERRY DPR
Anggota Muda UKM PHP/ Mahasiswa Ilmu Politik Unand, Sumatra Barat
Pemberantasan korupsi sudah menjadi jargon seluruh masyarakat
dunia agar penyakit ini cepat untuk diakiri di permukaan bumi ini. Eksistensi
korupsi sudah menjadi langganan media nasional yang tiap detik di beritakan diwajah-wajah
masyarakat Indonesia yang telah gerah dengan hal itu. Epicentrum korupsi yang
bukan lagi berfokus pada hulu istana menjadikan korupsi menjadi musuh yang
harus dituntaskan dengan reformasi hukum yang terus menerus tanpa ada pandang
bulu jika menginginkan Indonesia bersih beberapa tahun kedepannya. Zona
Indonesia yang terus dihantui dengan menjamurnya korupsi di berbagai daerah
setelah otonomi daerah diterapkan di Indonesia. Lubang baru yang di timbulkan
setelah otonomi daerah menggejolak malah pekerjaan rumah yang terus menumpuk.
Makah inilah yang menyebabkan lahirnya Komisi
Pemberantasan Korupsi, atau disingkat menjadi KPK, adalah komisi di Indonesia yang dibentuk pada
tahun 2003 untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia. Komisi ini didirikan
berdasarkan kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002
mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempekerjakan 730
pegawai untuk memberanguskan tindak pidana korupsi di Indonesia. Sementara
Malaysia memiliki 5.000 pegawai khusus pemberantasan korupsi. Sedangkan pegawai
lembaga pemberantas korupsi di Hong Kong mencapai 3.600 orang
Pemadatan gedung
dengan jumlah anggota KPK yang besar membuat kinerja KPK ngos-ngosan. Jumlah
pegawai KPK di Indonesia memang sangat timpang bila dibandingkan dengan dua
negara itu. Padahal, KPK dibebani tugas dan tuntutan yang besar. Sementara itu,
kinerja KPK tak didukung dengan sarana dan prasarana yang mendukung. Sebanyak
650 pegawai bekerja di kantor KPK di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Padahal gedung itu hanya mampu menampung 350 orang. Sedangkan 80 lainnya
berkantor di luar gedung.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemen PAN) menyetujui rencana penambahan jumlah pegawai sebanyak 1.200 orang. Artinya, KPK membutuhkan gedung baru untuk menampung seluruh pekerja. KPK pun merencanakan gedung baru di area seluas 8.000 meter persegi. KPK pun memerlukan anggaran sekitar Rp225 miliar untuk membangun kantor baru selama tiga tahun. Namun, DPR masih menangguhkan pengajuan anggaran pembangunan gedung baru KPK.(RRN)
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemen PAN) menyetujui rencana penambahan jumlah pegawai sebanyak 1.200 orang. Artinya, KPK membutuhkan gedung baru untuk menampung seluruh pekerja. KPK pun merencanakan gedung baru di area seluas 8.000 meter persegi. KPK pun memerlukan anggaran sekitar Rp225 miliar untuk membangun kantor baru selama tiga tahun. Namun, DPR masih menangguhkan pengajuan anggaran pembangunan gedung baru KPK.(RRN)
Tanda bintang yang di berikan DPR yang berarti penundaan
pencairan Dana untuk pembangunan gedung KPK yang baru. Menjadikan DPR seperti
paranoid dengan kekuatan KPK. Bukan barang asing lagi bagi kita bahwa untuk
pencairan dana-dana yang diajukan ke DPR harus menjalani 1000 proposal
birokrasi dulu. Lobi-lobi yang harus melewati proses minta uang yang dilakukan
DPR tentu tidak mau dilakukan oleh KPK sebagai lembaga superbody yang lantang
dalam hal pemberantasan korupsi.
SAWERAN
Kita semua tentu sudah paham dengan mekanisme DPR dalam
mencairkan dana yaitu harus mengadakan rapat dulu secara bertele untuk membahas
masalah anggaran gedung KPK ini. Komisi III DPR yang memiliki otoritas tentang
perestuan dana ini tentu menimbulkan Kontroversi diberbagai pihak. Pembangunan
gedung KPK dengan saweran yang diminta kepada rakyat adalah hal biasa seperti
awal kemerdekaan Presiden Soekarno yang meminta sumbangan kepada rakyat aceh
dalam pembelian pesawat ( Mahmud MD : 2012 ). Pernyataan itu bukan saja
dinyanyikan ketua Mahkamah Konstitusi secara solo tetapi Mentri BUMN ( Dahlan
Iskan ) akan menyumangkan gajinya enam bulan untuk pembangunan gedung KPK.
Berbagai ahli hukum dan pengamat juga kita ambil argumentasinya tentang saweran
yang dilakukan oleh KPK. Lembaga KPK sebagai lembaga yang bertugas menatang
tindakan gratifikasi. Dana yang di berikan kepada KPKtentu akan masuk dari
berbagai elemen yang menyebabkan KPK akan lemah dalam mengusut tuntas korupsi
kedepannya. Penyebabnya tentu ada rasa basa-basi jika suatu saat penyumbang
terindikasi melakukan korupsi.
DPR SIMPAN
AMUNISI
DPR yang ingin membangun cerita baru tentu petarungan
lembaga lembaga Negara dengan KPK membuat DPR ingin mendapatkan Emas dalam
pertarungan ini. Jangan sampai momentum Piala eropa menjadi contoh pertarungan
yang diterapkan KPK vs DPR. Raja eropa yang di perebutkan berbagai Negara di
Ukraina – polandia malah mewabah ke Indonesia. Raja superbody yang akan menjadi
tarung gengsi antara KPK vs DPR . Saat ini bukan lagi membicarakan mekanisme
birokrasi berbelit-beli DPR. Negara yang dalam keadaan darurat dalam
menuntaskan permasalahan korupsi di republik ini. Janganlah membuat DPR dengan
KPK seperti Tom and Jerry. Tom KPK yang kuat akan terus memburu Jerry DPR yang
mengedap-endap ketika Tom lengah agar Jerry bisa memakan rendang anggaran
secara pribadi. Sebagai contoh permainan anggota DPR di badan anggaran yang di
laporkan oleh Wa Ode. Ketanggasan Tom KPK dalam mengobok-obok ruang Banggar DPR
jaganlah dijadikan sebagai amunisi balas dendam DPR terhadap KPK untuk
membintangkan Anggaran pembangunan gedung DPR.
SURAT TERBUKA UNTUK REKTOR UNAND
| Surat Terbuka untuk Rektor Unand Oleh : Arifki | 27-Jul-2012, 22:51:29 WIB |
| KabarIndonesia - Bapak rektor, ananda adalah mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2011. Ananda sangat familiar sekali dengan wajah bapak yang sering ananda berjumpa di masjid. Ananda yang sering jadi MC sewaktu bapak memberikan kuliah subuh dengan beberapa pimpinan rektor lainnya di Masjid Nurul Ilmi. Awal mula ananda bertemu dengan bapak, ananda cukup kagum dengan bapak. Ananda melihat pada diri bapak ada sosok pendiri republik ini (Drs. Muhamad Hatta) yang menggambarkan karakter bapak. Apalagi founding father republik ini sangat terkenal dengan sikap santunnya, integritas dan kecerdasannya. Hatta adalah seorang ekonom yang hebat serta prorakyat dalam menjalankan tugas-tugasnya selama menjadi negarawan di negeri tercinta ini. Ananda membaca seperti itu pada diri bapak selama bapak menjabat sebagai Pembantu Rektor II Universitas Andalas. Bapak telah menunjukan etos kerja yang baik, begitulah persepsi dari sebahagian kalangan. Musim kemarau telah telah berakhir sekarang masuklah kepada zaman hujan deras buat bapak. Pergantian Dinasti Musliar Kasim dengan Dinasti bapak membuat pandangan ananda berubah menjadi fatamorgana di ujung badai. Kadang pepatahpun muncul “jatuh nila setitik rusak susu sebelanga“. Begitulah ananda mengambarkan karir bapak sebelum menuju orang nomor satu di Unand. Setelah dilantiknya bapak menjadi Rektor Unand timbullah aturan yang membuat demokrasi di kampus merasa di obok-obok dan menimbulkan efek big bang penolakan dari para mahasiswa Unand. Mekanisme birokrasi dalam menjinakkan mahasiswa dengan aturan yang memasung demokrasi menjadikan kadar wibawa bapak hilang dan ananda mulai ragu dengan bapak. Hatta yang ananda harapkan ada pada diri bapak malah Soeharto pascareformasi. Ananda melihat pada wajah bapak ada kegalauan dalam memimpin Unand ke depannya. Bapak terasa lelah dan paranoid dengan mahasiswa yang bersuara lantang seperti ananda ini terhadap pengawalan yang kita lakukan terhadap kebijakan bapak. Arogansi bapak menimbulkan efek domino yang harus bapak selesaikan. Yaitu dosa-dosa bapak selama menjadi Pembantu Rektor II Unand malah menjadi bom atom yang akan meledak sewaktu bapak akan menjadi rektor. Hantu-hantu dosa yang terus bergentayangan menuntut kepada bapak malah akan menjadi bumerang jika bapak tidak menyelesaikan secepatnya. Bus kampus adalah dosa bapak yang harus bapak pertanggungjawabkan karena implikasi sangat besar sekali kepada mahasiswa dan publik. Pertimbangan ananda menyapa bapak seperti tentu ananda punya analisis juga, Rp 200.000 per semester mahasiswa asrama membayar uang bus kampus dikali dengan 20.000 – an lebih mahasiswa Unand. Tentu bapak lebih paham berapa jumlah kekayaan Unand didapat dari bus kampus yang berbeda dengan pelayanan bus kampus terhadap mahasiswa. Ananda adalah mantan mahasiswa asrama pak, ananda merasakan menunggu bus kampus di depan PKM yang tidak jelas pelayanannya. Bus kampus yang selalu penuh dari pasar baru memaksa ananda harus naik angkot. Pengoperasian bus kampus yang tidak sepadan dengan jumlah mahasiswa membuat tabrakan protes wajar-wajar saja ananda kobarkan membuat bapak perhatian dengan pelayanan bus kampus tersebut. Jika bapak menganggap indikasi yang diberikan publik kepada bapak salah, hendaknya bapak menjalankan saran ananda ini sebagai bukti sayangnya ananda kepada bapak. Bapak laporkan saja jumlah kekayaan bapak kepada KPK dan dari mana bapak mendapatkannya. Juga laporan keuangan bus kampus yang dilaporkan kepada KPK dan diumumkan di media masa. Ananda akan melihat bapak sebagai super hero yang berani dirinya di periksa penegak hukum. Lebih baik bapak seperti iklan sabun cuci “ Berani kotor itu baik“. Janganlah bapak seperti iklan parfum, kita yang jelas dalam keadaan busuk malah memakai parfum. Seharusnya kita mandi sehingga kebusukan tersebut hilang secara murni bukan dengan Parfum yang kebusakannya malah bertebaran kemana-mana”. Ananda memberikan saran cara mandi yang baik dari kebusukan korupsi adalah tobat kepada Allah serta melapor kepada KPK. Bapak rektor kedatangan mantan Putri Indonesia untuk mengikuti perkuliahan ekonomi di pembangunan Fakultas Gedung farmasi malah menimbulkan benang merah bapak dengan berbagai pihak. Perkulihan Angie di Fakultas Farmasi tentu menjadi kesalahan besar karena farmasi tidak mengajarkan merampok uang negara secara sistemik tapi malah membantu masyarakat di bidang kesehatan. Kemesraan Angie membangun jaring-jaring korupsi memang sangat piawai membuat berbagai pihak bisa tergoda. Ananda kecewa sekali dengan pernyataan bapak di berbagai media massa. “Saya tidak tahu menahu soal itu, saya hanya ikut menteri“. Begitu manis bapak membangun kebodohan opini terhadap publik. Sebagai mantan Pembantu Rektor II dan sekarang sedang menjabat sebagai Rektor Unand, masak bapak tidak tahu-menahu tentang pembangunan tersebut. Analoginya seperti ini, bapak mempunyai sebuah rumah dengan tanah yang luas. Suatu ketika datanglah orang dan membangun hotel di tanah bapak tersebut. Apakah mungkin bapak tidak tahu menahu? Teguran ananda yang sangat romantis ini janganlah bapak jadikan sebagai ancaman dan amunisi bapak untuk memarahi ananda. Tapi ini adalah bukti kecintaan ananda kepada bapak yang berani menegur bapak jika salah bukan bawahan bapak yang selalu menyampaikan berita baik kepada bapak. Jadikanlah ini sebagai instrumen evaluasi dan motivasi bagi bapak dalam menahkodai kampus ini ke depannya. Bahwa banyak bangkai-bangkai yang harus bapak selesaikan jika bapak tidak mau KPK menelpon bapak terlalu cepat nantinya. Demikianlah surat ini ananda buat untuk Ayahanda rektor semoga bapak bisa menjadikan sapaan ananda ini sebagai ajang berbenah diri atau memundurkan diri. Janganlah bapak terlalu komprador, hendaknya bapak lebih sayang kepada mahasiswa bapak yang bersuara lantang karena kamilah yang begitu objektif sayang kepada bapak. Kalimat terakhir ananda untuk bapak “jika bapak nanti ditetapkan tersangka dalam kasus gedung farmasi tersebut maka bapak legowo saja untuk mundur atau di mundurkan!". (*) Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com// |
Langganan:
Komentar (Atom)




